Valtteri Bottas Bantah Jadi Sumber Kecelakaan di Mugello

Valtteri Bottas Bantah Jadi Sumber Kecelakaan di Mugello

Driver Tim Mercedes, Valtteri Bottas dituding sebagai biang kerok terjadinya kecelakaan saat balapan Formula 1 Sirkuit Mugelo akhir pekan kemarin, lantas apa kata pria berusia 31 tahun tersebut?

Seperti diketahui, Formula 1 Seri Tuscan akhir pekan kemarin mempat sempat diwarnai beberapa insiden kecelakaan. Salah satunya adalah tabrakan beruntun yang dialami sejumlah driver.

Pada insiden tersebut, banyak pihak yang menilai bahwa semua bermula karena aksi Valtteri Bottas. Hal tersebut dikarenakan Driver Mercedes tiba-tiba saja menurunkan kecepatannya dan mengambil ancang-ancang untuk restart safety car pada lap ke-7.

Melihat ancang-ancang tersebut, Driver lain lantas menganggap bahwa Bottas memang sudah siap tancap gas, tapi yang terjadi justru sebaliknya, driver asal Finlandia malah menurunkan kecepatannya.

TIDAK ADA DRIVER YANG CEDERA

Ada sejumlah driver yang pada akhirnya terlibat dalam insiden kecelakaan tersebut, termasuk diantaranya Nicholas Latifi (Tim Williams), dan Carlos Sainz Jr (Tim McLaren).

Untung saja, tidak ada yang mengalami cedera fatal meski terlihat kecelakaan yang terjadi sangat mengerikan. Hanya saja, para driver yang mengalami kecelakaan tidak bisa meneruskan jalannya balapan di F1 GP Tuscan 2020.

Berbicara mengenai tudingan bahwa dia adalah biang kerok kecelakaan di Sirkuit Mugello kemarin, Bottas membantahnya. Dia tidak menyalahkan orang yang menuduhnya, karena semua orang punya pandangan masing-masing.

“Saya sama sekali tidak bisa disalahkan untuk itu. Semua boleh memiliki pandangan semau mereka tapi saya melakukan kecepatan yang konsisten sebelum melaju,” jelas Bottas, seperti dilaporkan oleh Motorsport.

SOAL PENURUNAN KECEPATAN

Lebih lanjut, Bottas menjelaskan kenapa dia menurunkan kecepatannya saat hendak memasuki Safety Car.

“Iya, saya melaju belakangan tapi kami start balapan dari garis kendali, bukan sebelum itu. Jadi mereka (para pembalap lain) yang berada di belakang yang kecelakaan karena itu, mereka bisa melihat ke kaca spion mereka,”

“Perbedaan tahun ini adalah Safety Car, mereka mematikan lampu cukup terlambat, jadi kalian bisa membangun celah cukup lambat. Jadi tentunya, ketika kalian memimpin kalian memaksimalkan kesempatan itu,” tuntas pembalap berusia 31 tahun tersebut.

About the author

error: