Soal Peluang Naik Level ke Formula 1, ini Kata Mick Schumacher

Soal Peluang Naik Level ke Formula 1, ini Kata Mick Schumacher

Mick Schumacher, Anak kandung dari Driver Legendaris, Michael Schumacher berpeluang naik level ke Formula 1 musim 2021 mendatang. Lantas, apa kata yang bersangkutan mengenai hal tersebut?

Adapun, Mick memang tampil cemerlang di ajang Formula 2 musim ini. Pembalap Prema Racing tersebut bahkan menduduki puncak klasemen sementara dengan raihan 161 poin sejauh ini.

Di posisi tersebut, Mick memang hanya unggul 8 poin dari Callum Illot yang berada di posisi kedua, namun yang bersangkutan tetap memiliki peluang untuk menempati posisi tiga besar di klasemen akhir dan bermain di ajang Formula 1 musim depan.

BERPIKIR REALISTIS

Meski begitu, menariknya pria berusia 21 tahun masih tetap berusaha untuk berpikir realistis soal hasil akhir musim nanti.

Menurut dia menjadi juara di ajang Formula 2 belum menjamin seorang driver untuk tampil di Formula 1 musim depan. Pasalnya, persyaratan untuk bermain disana adalah memiliki kontrak dengan salah satu tim.

“Saya akan terus melakukan pekerjaan saya, dan tentu saja menjadi juara F2 terus menjadi tujuan saya. Namun meski menjadi juara di F2, itu tak menjamin saya untuk mendapatkan tempat di F1 sebelum ada tim yang merekrut saya,” kata Mick Schumacher, dilansir dari laman RTL.

Tapi, bercermin dari aturan Formula 2, seorang driver yang menjadi juara tidak boleh lagi ikut balapan di musim berikutnya. Jadi, Mich Schumacher berpeluang menjajaki karirnya di level yang lebih tinggi, yakni F1.

BAKAL GANTIKAN KIMI RAIKKONEN

Mick yang merupakan pembalap akademi Ferrari bisa saja bergabung dengan tim F1 seperti Alfa Romeo dan Haas yang menggunakan mesin Ferrari.

Yang bersangkutan sendiri diyakini bakal jadi penerus dari Kimi Raikkonen, dimana pria asal Finlandia mungkin akan pensiun dalam waktu dekat.

Tapi hingga saat ini memang masih belum ada kabar pasti mengenai masa depan Mick, apakah dia bakal naik ke Formula 1 atau tidak. Yang jelas jika juara, Sang driver harus meninggalkan Formula 2.

About the author

error: