Pakai Kaus Anti-Resis di GP Tuscan, Hamilton Diselidiki

Pakai Kaus Anti-Resis di GP Tuscan, Hamilton Diselidiki

Pihak Federasi Otomotif Internasional atau FIA kabarnya sedang melakukan penyelidikan pada pemuncak klasemen sementara Formula 1 Musim ini, Lewis Hamilton.

Penyelidikan tersebut sendiri terkait dengan kaus hitam bertuliskan anti-rasisme yang dikenakan driver asal Inggris pada GP Tuscan di Sirkuit Mugello, Italia akhir pekan kemarin.

AFP Melaporkan bahwa juara duia enam kali tersebut terlihat menggunakan Kaus dengan tulisan ‘Tangkap Polisi Yang Membunuh Breonna Taylor’.

Bahkan, Hamilton yang berhasil memenangkan seri balapan kemarin mengenakan kaus itu sejak sebelum balapan, saat naik podium hingga wawancara selepas balapan berakhir.

BERMUATAN POLITIS

Sedangkan di satu sisi, FIA sendiri memang melarang keras para driver menggunakan atribut yang bermuatan politis dan religius, sedangkan apa yang dikenakan oleh Hamilton disinyalir berbau politis.

Seorang juru bicara FIA mengatakan kepada BBC bahwa kasus Hamilton itu “sedang ditinjau.” Jika terbukti melakukan pelanggaran, Hamilton bisa saja dikenai denda.

Hamilton biasanya mengenakan kaus bertuliskan “Black Lives Matter” dalam setiap balapan sebagai bentuk protes terhadap rasisme yang terjadi di AS. FIA tak pernah berkomentar dan mempermaslahkan hal itu.

Bahkan, Hamilton juga secara terang-terangan mengatakan kampanye tentang rasisme selepas jadi yang tercepat di Mugello kemarin.

“Butuh waktu lama bagi saya untuk mengenakannya dan membuat khalayak sadar bahwa ada seseorang terbunuh di jalan, di rumahnya sendiri. Sementara pelakunya masih berkeliaran bebas,” kata Hamilton.

JUGA DIIKUTI ATLET CABOR LAIN

Sebenarnya Lewis Hamilton tidak seorang diri, ada atlet cabang olahraga tenis, Naomi Osaka yang juga kedapatan mengenakan masker bertuliskan Breonna Taylor sebelum laga final AS Terbuka 2020.

“Kita tidak bisa istirahat. Kita harus terus meningkatkan kesadaran itu. Dan Naomi (Osaka) telah melakukannya dengan luar biasa,” kata Hamilton.

Perlu diketahui, Breonna Taylor sendiri adalah seorang perawat berusia 26 tahun berdarah Afrika-Amerika yang telah ditembak mati oleh polisi di kediamannya di Louisville, Kentucky, 13 Maret lalu.

Seorang petugas polisi yang terlibat dipecat oleh departemen kepolisian kota itu Juni. Dua petugas lainnya dimutasi ke pos penugasan administratif.

About the author

error: