Marcus Rashford Meminta Pemerintah Untuk Atasi kelaparan Anak-anak

Marcus Rashford Meminta Pemerintah Untuk Atasi kelaparan Anak-anak

Berita Bola – Setelah berhasil melobi Pemerintah agar mengubah kebijakan makanan sekolah gratisnya selama penguncian, Marcus Rashford meminta dukungan kepata pemerintah untuk mengatasi kelaparan Anak-anak.

Pemain penyerang Manchester United dan Inggris, yang dianugerahi MBE untuk karyanya telah memberikan tiga rekomendasi dari Strategi Pangan Nasional mereka.

#endchildfoodpoverty telah mendapat dukungan dari Satuan Tugas Kemiskinan Makanan Anak, dimana badan tersebut dibentuk oleh Rashford, serta 20 badan amal dan nama-nama kunci di industri makanan lainnya.

Mereka meminta agar Pemerintah melakukan memindahkan lokasi anggaran yang cukup untuk tiga rekomendasi Strategi Pangan Nasional, hal tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak yang rentan pada musim gugur ini.

Tiga Rekomendasi Dari Rashfor Untuk Atasi Kelaparan Anak-anak

– Perluasan makanan sekolah gratis untuk setiap anak dari sebuah rumah tangga dengan Kredit Universal atau yang setara, menjangkau 1,5 juta anak tambahan berusia antara tujuh dan 16 tahun
– Perluasan penyediaan liburan (makanan dan kegiatan) untuk mendukung semua anak dengan makanan sekolah gratis, mencapai 1,1 juta anak tambahan
– Meningkatkan nilai voucher Healthy Start menjadi £ 4,25 per minggu (dari £ 3,10) dan memperluas ke semua voucher Universal Credit atau yang setara, mencapai 290.000 wanita hamil dan anak di bawah usia empat tahun.

Rashford mengatakan kalau percakapan ini ditunda sudah cukup lama. Banyak anak di Inggris yang bukan akibat COVID-19 dilanda kelaparan. Tindakan harus dilakukan secepat mungkin agar rumah tangga anak-anak kita yang rentan kembali stabil.

“Saya berharap pada tahun 2020 ini tidak ada lagi anak-anak di Inggris yang harus tidur dengan menahan rasa lapar dan memikirkan keadaan saudara mereka yang akan makan hari itu, atau bagaimana harus memikirkan mengakses makanan ketika liburan berlangsung. ” ucap Rashford.

“Bagi anak-anak, tahun ini liburan sekolah menjadi sorotan. Sekarang banyak anak yang masih berusia tujuh tahun merasa cemas akan hal itu. “

About the author

error: